Berisiko Dialami Bumil, Kenali Bahaya Solusio Plasenta di Masa Kehamilan


Solusio plasenta menjadi salah satu persoalan yang mengintai di masa kehamilan. Dikutip dari HaiBunda, kondisi ini ditandai dengan lepasnya plasenta dari tempat implantasi sebelum melahirkan.

Angka kejadian solusio plasenta berkisar 5-10 persen. Tergantung bagaimana kondisi seperti hipertensi ibu hamil bisa dikontrol atau tidak.

Dr dr Sukshan Djusad SpOg selaku Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPN Dr Ciptomangunkusumo menjelaskan bawa kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

"Salah satu yang membuat faktor ibu terkena solusio plasenta ini menjadi tinggi adalah hipertensi. Jika tensi darah naik tinggi, plasenta bisa terlepas dari tempat implantasi atau dinding rahim," jelas Dr Suskhan.

"Faktor lainnya yaitu trauma seperti terjatuh atau terbentur ketika hamil dapat membuat ibu terkena solusio plasenta," lanjutnya.

Menurut Dr Suskhan, kondisi ini bisa diatasi dengan mendeteksi gejalanya sejak dini. Solusio plasenta disebutnya bisa terlihat di masa usia kehamilan 28 minggu melalui USG.

Meski begitu, biasanya kondisi ini diahului oleh keluhan dari ibu hamil. Keluhan yang paling sering terjadi adalah adanya perdarahan dan nyeri di ulu hati.

Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mengetahui solusio plasenta meliputi beberapa hal seperti berikut.

1. Inspekulo

Sebelum pemeriksaan USG, ada pemeriksaan oleh dokter kebidanan yaitu inspekulo. Dalam hal ini, dokter melihat kondisi darah, kondisi Hb dan tensi darah ibu hamil.

2. Pemeriksaan USG

Setelah itu masuk ke pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG dapat terlihat dengan jelas apakah ibu hamil mengalami solusio plasenta dan seberapa parah kondisi tersebut. Biasanya akan dibagi menjadi golongan ringan, sedang, atau berat.

"Solusio plasenta masih bisa dikatakan derajat ringan apabila solusionya tidak terlalu besar, dan tidak sampai setengah yang terlepas dari tempat implantasi. Untuk menanganinya, dapat dilakukan upaya seperti banyak tidur, banyak berbaring, kemudian diberikan obat-obat penenang supaya tidak menimbulkan kontraksi," jelas Dr Suskhan.

Solusio plasenta bisa dikatakan derajat sedang yaitu apabila dari lekukan hingga setengah plasenta terlepas. Sementara, derajat berat yaitu ketika lebih dari setengah plasenta terlepas dari implantasi.

"Jika ibu hamil mengalami solusio plasenta derajat sedang dan berat, maka ibu hamil harus segera dioperasi, dikeluarkan bayi dan plasentanya. Perlu diperhatikan bahwa operasi tersebut harus dilakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan bayi dan ibunya," lanjutnya.

Jika solusio plasenta terjadi ketika bayi cukup umur atau menjelang persalinan, maka dokter akan melihat dahulu kondisinya. Apabila memungkinkan maka persalinan dapat dilakukan.

Apa saja dampak solusio plasenta pada ibu hamil?

Dampak solusio plasenta ini sangat banyak bagi ibu hamil. Di antaranya menimbulkan pendarahan. Jika tidak ditangani dengan sesegera mungkin maka akan terjadi gangguan pembekuan darah yang mengakibatkan hiperkoagulasi.

Dampak lainnya yaitu kontraksi uterus terganggu. Bila kontraksi uterus terganggu, lama-kelamaan uterus atau rahim bisa berwarna biru.

Rahim berwarna biru karena tidak bisa mengalami kontraksi. Apabila mengalami hal tersebut, rahim ibu bisa diangkat (histerektomi).

Dampak lainnya karena perdarahan akibat solusio plasenta adalah gangguan ke ginjal, hepar, dan bisa jantung. Jika pada kategori sedang dan berat yang memerlukan operasi maka dampaknya adalah kelahiran yang prematur pada bayi.

Dampak yang paling parah jika plasenta benar-benar terlepas dan tidak segera dioperasi, bayi akan meninggal dan kemudian ibu juga bisa meninggal.

Mengingat dampaknya yang berbahaya, maka pencegahan harus dilakukan oleh ibu hamil. Misalnya pengecekkan rutin ibu hamil memiliki riwayat hipertensi. 

Lalu pengobatan hipertensi. Ibu hamil juga harus menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan trauma. Lebih berhati-hati dan menjaga keseimbangan ketika beraktivitas.

(healthdetik)

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel