5 Penyebab Nyeri Perut Bagian Bawah pada Ibu Hamil



Nyeri pada perut bagian bawah menjadi salah satu keluhan yang umum dialami ibu hamil. Nyeri ini juga kerap disebut dengan istilah kontraksi.

Tanda kehamilan satu ini umumnya dialami ibu hamil di usia trimester pertama dan ketiga. Namun, tak menutup kemungkinan jika ibu hamil bisa merasakannya pada usia kehamilan 8 minggu.

Pada keluhan ini, umumnya perut ibu hamil akan terasa kencang sehingga menyebabkan sakit perut bagian bawah.

Berikut beberapa penyebab sakit perut bagian bawah pada ibu hamil.

1. Kelelahan

Aktivitas selama masa kehamilan bisa memicu sejumlah keluhan, termasuk salah satunya nyeri perut bagian bawah. Hal ini bisa terjadi misalnya saat ibu hamil kelelahan berjalan kaki jauh atau naik-turun tangga.

Untuk mencegah keluhan ini, ibu hamil disarankan mengurangi aktivitas yang melelahkan.

2. Sperma dibuang di dalam tubuh

Rasa nyeri ini juga bisa muncul usai hubungan seksual yang dilakukan ibu hamil. Perut yang mulanya hanya terasa kencang berubah menjadi sakit.

Penyebabnya adalah sperma yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil. Sperma mengandung prostaglandin yang bisa merangsang otot rahim berkontraksi. Prostaglandin akan bereaksi saat sudah masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Jika ingin melakukan hubungan seksual saat hamil, Anda disarankan untuk tidak membiarkan pasangan membuang sperma di dalam tubuh.

3. Keputihan

Keputihan umumnya disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini terjadi pada ibu hamil yang mengalami infeksi, sehingga terjadi reaksi yang menyebabkan kontraksi.

4. Masalah pada organ tubuh

Sakit perut bagian bawah juga bisa terjadi akibat masalah pada organ dalam tubuh seperti radang usus buntu. Meski jarang terjadi, tapi Anda tetap perlu mewaspadainya.

Usus buntu selama kehamilan bisa membahayakan ibu hamil. Selain itu, kondisi lain seperti penyakit ginjal dan liver juga bisa menyebabkan sakit perut bagian bawah.

5. Infeksi saluran kemih

Sakit perut bagian bawah juga bisa terjadi akibat infeksi saluran kemih. Penting bagi ibu hamil untuk segera mengobati infeksi tersebut.

Tanda Harus ke Dokter

Sakit perut bagian bawah perlu diwaspadai jika terjadi saat usia kehamilan di bawah 20 minggu. Pada kondisi tersebut, ibu hamil dapat mengalami pendarahan hingga keguguran.

Ibu hamil yang terus-menerus mengalami keluhan ini juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Kontraksi disebut berbahaya jika sudah mengganggu aktivitas atau terjadi 3 kali dalam waktu 10 menit.

Dokter akan mencari tahu penyebab rasa sakit pada perut bagian bawah yang dirasakan ibu hamil. Jika disebabkan infeksi, dokter akan memberikan antibiotik atau obat penghilang rasa sakit agar kehamilan bisa bertahan.

Cara mencegah sakit perut bagian bawah

1. Kurangi aktivitas yang membuat tubuh lelah.

2. Relax dan duduk santai di rumah.

3. Olahraga ringan (low impact) bisa dilakukan untuk mencegah sakit perut bagian bawah.

4. Hindari makanan yang bisa memicu kontraksi atau perut mulas, seperti pedas dan asam. Kalau memang ingin konsumsi makanan ini, jangan berlebihan atau secukupnya saja.

Cara Mengatasi sakit perut bagian bawah

1. Istirahat dengan berbaring lurus sehingga uterus tidak melawan gravitasi.

2. Konsultasi dokter untuk dicari penyebabnya.

3. Konsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

Sumber: cnnindonesia

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel