Wajib Tahu, Syarat Istri Boleh Ajukan Cerai pada Suami dan Cara Istri Hadapi Sifat Suami



Saat ini banyak terjadi Perceraian yang disebabkan berbagai faktor, walau Perceraian satu di antara perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT.

Kasus Perceraian ini, ada yang istri diceraikan suami dan ada istri yang minta cerai kepada suami dan penyebab pada umumnya adalah masalah ekonomi dan kekerasan dalam rumah tangga.

Agar pasangan suami tidak sampai ke jurang Perceraian, baiknya semua permasalahan dibicarakan dengan hati yang lapang dan pikiran jernih, sehingga setiap masalah bisa dicarikan jalan keluarnya, sehingga masalah itu tidak menjadi alasan untuk bercerai.

Namun, bagi seorang istri dalam kondisi terpaksa, ia boleh mengajukan cerai kepada suaminya, dan ada 5 Syarat Istri Boleh Ajukan Cerai kepada Suami dan berikut penjelasannya :

Ustdaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah atau Ustadz Khalid Basalamah pada satu kesempatan pernah ditanya oleh seorang jamaah tentang hal ini.

Pertanyaannya: Saya punya seorang kakak perempuan yang ingin minta cerai kepada suaminya dikarenakan suaminya seorang pemakai obat terlarang, saat ini suaminya sedang dipenjara karena tindak pidana penipuan, kemungkinan suaminya akan ke luar penjara sebentar lagi, salahkah kalau istrinya minta cerai?

Hal-hal apa saja dalam Islam yang membolehkan istri minta cerai?

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan :

Tidak salah.

Kalau suami sudah sampai melakukan dosa besar, maka boleh istri mengajukan cerai.

Itu salah satu penyebab, jadi beberapa penyebab atau syarat.

5 Syarat Istri Boleh Minta Cerai kepada Suami :

1. Karena kekufuran, murtad dari agama, karena itu perbuatan syirik, kalau suaminya melakukan itu maka ia sudah boleh minta cerai.

2. Suami melakukan dosa besar dan ia tidak mau bertaubat.

Misalnya, berzina.

Dalam hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari yang artinya :

"Seorang laki-laki pernah mengatakan kepada Rasulullah: Ya Rasulullah, istri saya tidak menolak jamahan laki-laki lain, lalu kata Rasulullah: ceraikan! Tapi saya mencintainya kata laki-laki itu, Rasulullah mengatakan: pertahankan, dakwahi kalau begitu". (HR Bukhari)

Opsi pertama di sini adalah ceraikan, kalau dia melakukan dosa besar tapi kalau dia mau tobat dan dia mau, itu pilihan.

Jadi, wanita boleh mengajukan cerai kalau suaminya berbuat dosa besar.

3. Suami hilang informasi dua tahun berturut-turut, maka istri boleh mengajukan cerai.

Misalnya pergi merantau selama dua tahun tanpa ada kabar dan tidak jelas hidup atau mati.

4. Istri tidak mendapatkan haknya yakni perlindungan, nafkah, pendidikan, kebutuhan biologis.

Jika tidak didapatkan dari suami, maka istri boleh mengajukan cerai.

5. Kalau istri tidak bisa bertahan, karena tidak adalagi rasa suka yang bisa dipupuk.

Ada kisah seorang perempuan pada masa Rasulullah, makin hari ia makin benci kepada suaminya.

Tidak ada indikasi sihir dan tidak ada indikasi lain.

Maka, perempuan itu datang kepada Rasulullah dan berkata : Ya Rasulullah, saya selalu merasa, kalau melihat suami saya, saya malah merasa benci, kadang tidak bisa melayani dia, bagaimana ini ya Rasulullah? Apa boleh saya ajukan cerai? Kata Rasulullah: Kamu bisa tidak mengembalikan maharnya? Saya kembalikan. Kata Rasulullah: Baiklah kalau begitu.

"Tentu di sini bukan membuka pintu Perceraian, tapi kalau seorang wanita kata para ulama bertahan, maka itu jauh lebih baik," jelas Ustadz Khalid Basalamah.

Bersyukurlah untuk para istri yang masih hidup di bawah naungan tanggungjawab suami.

Di luar sana ada wanita-wanita hebat yang hidup mandiri membesarkan anak-anaknya.

Membanting tulang untuk sekedar menyambung hidup.

16 Sifat Istri yang Harus Suami Tahu

Istri adalah seorang wanita yang memiliki sifat khas sesuai dengan naluri dan kodrat wanita dan seorang suami harus tahu hal itu.

Suami harus tahu sifat istri tersebut karena sifat istri itu bisa saja menjadi batu sandungan bagi suami sehingga ia marah kepada istri.

Setidaknya, ada 16 sifat istri yang harus diketahui dan difahami suami yakni :

1. Perasaan lebih dominan dalam segala tindakan.

2. Sifat mendendam, dalam artian istri akan selalu mengingat kesalahan suami.

3. Sulit berterima kasih atau mudah melupakan kebaikan suami.

4. Egois pada haknya.

5. Mudah memaafkan

6. Suka untuk dimanja.

7. Suka dicumbu atau diransang.

8. Suka dipuji dan disanjung.

9. Suka diperhatikan

10. Suka dilindungi

11. Suka ditraktir atau dibelanjain.

12. Lambat atau lelet

13. Suka sesuatu yang terulang atau mengulang sesuatu

14. Sulit meninggalkan masa lalu

15. Mudah tersinggung dan sangat peka.

16. Selalu mau mendominasi

Itulah 16 sifat istri yang harus difahami oleh suami, dan semoga suami bisa memahami dan mencapai rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

Cara Istri Sabar Menghadapi Suami

Menjadi seorang ibu merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang wanita, dan begitu juga menjadi seorang istri.

Kesabaran adalah salah satu modal utama yang harus dimiliki seorang ibu dan seorang istri.

Meskipun melihat perkembangan anak adalah kebahagiaan, namun tak jarang tingkah pola anak-anak sangat menuntut kesabaran seorang ibu.

Jika akhirnya ibu tidak mampu mengontrol emosi, maka seringkali anak menjadi tersakiti.

Apalagi dalam Islam anak tentu memiliki kedudukan yang istimewa, anak adalah titipan ilahi yang diamanahkan kepada manusia.

Apalagi, tidak semua pasangan suami istri mendapatkan keberuntungan untuk dapat menimang momongan.

Hal-hal yang disebutkan tadi tentu secara tidak sadar membuat wanita melatih kesabaran sebagai seorang ibu.

Itulah mengapa menjadi seorang ibu merupakan sebuah tantangan tertinggi bagi wanita sebagaimana cara membuat hati ikhlas.

Kesabaran adalah modal utama yang dimiliki seorang ibu.

Walaupun melihat perkembangan anak adalah kebahagiaan tapi tak jarang tingkah pola membuat wanita sebagai ibu dituntut memiliki kesabaran luar biasa.

Oleh karena itu, berikut 12 Cara Menjadi Ibu yang Sabar Dalam Islam ini dapat anda terapkan dengan mudah.

Cara Menjadi Ibu yang Sabar Mendidik Anak dan Menghadapi Suami dalam Islam :

1. Berlatih sabar setiap waktu

2. Berdoa kepada Allah SWT agar agar diberikan kesabaran

3. Beri pelukan dan ciuman kepada anak dan suami

4. Perbanyak istigfar

5. Ingat bahwa tidak semua wanita seberuntung anda yang memiliki anak dan suami

6. Syukuri apa yang terjadi saat ini

7. Berzikir

8. Positif thingking atau berfikir positif kepada anak dan suami

9. Atur emosi dalam menghadapi masalah apapun dalam keluarga atau rumah tangga.

10. Ingatlah, kesabaran akan berbuah manis bagi anda

11. Kenali kondisi anda agar anda bisa mengatasinya

12. Berikan pujian kepada anak. sumber: instagaram adab.suami.istri.

Kesabaran seorang ibu dan seorang istri tidak akan sia-sia, karena ada janji Allah kepada orang-orang yang sabar.

Ingatlah tiga firman Allah di bawah ini sebagai modal anda untuk bersabar.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Baqoroh:153)

Kemudian Allah SWT juga berfirman yang artinya:

"Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas". (QS. Az Zumar:10)

Selain itu, Allah SWT juga berfirman yang artinya :

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 64: 14- 15).

Sumber: pekanbarutribunnews

ads

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel